Carnival? Hura-hura?

Carnival? Hura-hura?

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=QsYt10XQfUk]

Hey PPI-ers sekalian,

Tidak terasa libur Carnival sudah hampir selesai. Untuk liputan video nya bisa dilihat di video yang saya rekam dari 3 hari menjelajahi Carnival di Maastricht. Sebelumnya, saya excited sekali mempersiapkan kostum yang akan dipakai. Karena pada saat carnival, kamu bisa jadi apapun yang kamu mau dari yang cantik, seksi, aneh, sampai serem, semuanya boleh dan diterima oleh publik. Beberapa teman saya bilang Carnival itu ajangnya hura-hura saja, dimana orang-orang berpesta dan minum-minum tanpa makna. Terus terang, memang pada ujungnya memang seperti itu, tapi tergantung darimana penikmat event ini melihat nya dari sisi mana. Untuk orang Belanda sendiri, mereka mendapat 1 minggu libur nasional selama Carnaval. Dimulai dari hari jumat dengan panggung gembira dengan lagu-lagu carnival yang bikin kita bingung lalu dilanjut di hari minggu untuk pembukaan resminya. Parade mobil-mobil, patung dengan kostum-kostum unik menghiasi jalan Stationstraat sampai ke pusat kota, Markt dan Vrijthof. Perayaan resminya berlangsung selama 3 hari 2 malam. Dimana hari Selasa adalah hari terakhir dari serangkaian acara Carnival dan pada malam harinya, boneka raksasa penanda Carnival akan diturunkan dari tiang yang berarti Carnival telah usai.

Tapi tahu gak sih, kalau Carnival itu sebenarnya perayaan religius umat Roman Katolik. Minum-minum itu sebenarnya memiliki makna tersendiri. Dahulu kala, orang-orang Katolik merayakan Carnival dimana mereka bisa makan dan minum sepuasnya sebelum memasuki masa puasa pra-paskah dan Rabu Abu. Namun dengan berlalunya waktu, bagian yang diingat hanya minum-minumnya saja dan sedikit yang merayakan puasa setelahnya. For your information, Carnival di Belanda dirayakan oleh masyarakat yang tinggal dibawah sungai yang membelah Belanda atau bisa dibilang most of cities in South Netherland dan tentunya Maastricht adalah jantung perayaan carnival di Belanda. Orang-orang dari luar kota datang ke Maastricht khusus hanya untuk merayakan Carnaval, dimana mereka bisa berpesta non-stop indoor-outdoor sesuka hati.

Well, again it depends how you sees it. Saya punya beberapa saran untuk survive di Carnival (especially in Maastricht)  :

1. Carnival diadakan bulan Februari, yang pasti  dingin banget jadi COSTUME is a must! tapi tetap bawa coat atau  pakailah baju dalam berlapis-lapis biar bisa survive di udara dingin pada saat Carnival.

2. Jangan malu-malu! Orang Indonesia biasanya senang foto-foto. Nah disini ajang foto-foto dengan kostum yang aneh-aneh tanpa harus bayar seperti  kalau kita mau ke Universal Studios 😉

3. Be DUTCH! Hargai tradisi mereka, experienced it, and feel the happiness..

4. ENJOY !! this could be your one time experience in your life, so better enjoy it 

Written by : Vania

Video recorded by : Vania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *