Hunting Masakan Indonesia di Maastricht

Hunting Masakan Indonesia di Maastricht

Banyak restoran ataupun toko makanan Indonesia di Maastricht . Yah bisa di hitung dengan jari sech!…tapi setidaknya kalo kangen makanan Indo tinggal tunjuk . Pertama adalah restoran yang di rekomendasikan oleh lonely planet yakni Gadjah Mas. Yah ini resto lumayan terkenal karena terletak di kawasan Wyck tepatnya di jalan Rechtstraat 42 dan lumayan deket sama beberapa galeri seni dan hotel berbintang Crowne Plaza. Tempatnya kecil tapi ngobatin kangen dengan Indonesia karena ada beberapa element sebagai sentuhan Indonesia. Di sekitarnya ada pula restoran Kapulaga di jalan Hoogbrugstraat 23a. Restoran ini cukup baru yakni tahun lalu berdiri. Di banding pendahulunya si Gadjah Mas, yah resto ini belum banyak yang tahu. Mungkin orang Belgie yang lebih banyak tahu soalnya samping dan depannya aja coffeeshop….hahaha. Kedua resto ini sama sama menawarkan menu Rijsttafelsnya. Yah dan harganya nggak pelajar banget dech…secara mahal! Harganya sekitar 21.50€ – 37.50€/person kita bisa mendapatkan 16 menu masakan Indonesia dari lumpia, nasi kuning, sate ayam, rendang, babi ketjap, ayam bali hingga atjar dan juga sambalnya, masih di kasih dessert es kayu manis dan kue lapis ..wow. plus sebagai welcome drink di Kapulaga di kasih minuman jahe dan kerupuk. Klo pak bondan punya maknyus gw punya  “nyamleng tenan! “, waitersnya bisa bahasa indonesia loh..bahkan yang di Kapulaga itu asli dari Lombok…

Kalau kita mau masakan indonesia dan dilayani orang lokal…yah inilah tempatnya De Branding terletak di Koestraat 5, dekat dengan salah satu icon Maastricht gereja Onze Lieve. Di restoran ini kita bisa makan masakan Indonesia yang harganya yah untuk pelajar lumayan dach! Sekali-kali di layani orang lokal yang nggak bisa bahasa Indonesia..hahaha. Mungkin waktu itu yang ngelayani gw nggak bisa ato lagi masa training kale yaa!… beberapa menu andalan mereka adalah menu vegetarian. Secara! ini salah satu resto vegetarian pertama di Maastricht. Dan makanannya cukup enak dan disana kita akan di suguhi alunan musik jazz.

Resto catering yah inilah Gembira terletak di Wyckerbrugstraat 25 kita bisa membeli makanan Indo dan bisa di bawa pulang. Harganya tergantung sama besaran ukuran per kilo. Klo mo makan di sana mungkin harus bawa meja dan kursi sendiri soalnya hanya ada 2 meja dan 4 kursi…mungkin emang konsepnya adalah take away. Harga untuk mahasiswa masih bisa terjamin apalagi klo di bawa pulang dan klo masih ada sisa, bisa di makan hari berikutnya…hemat bgt yaa! Dan kalau kalian itu tinggal agak jauh dari centrum kalian bisa ke Toko Bandung di jalan Akersteenweg 78, namanya bandung pasti yang jual geulis pisan dan asli Bandung ceunah. Etss.. jgn salah yang jualan adalah orang keturunan Maluku. Bisa bahasa Indo tapi yaa..nggak lancar bgt. Tapi setidaknya ketika kita order makanan dia bakalan tahu kok, pak saya mo minta rendang dengan kotak kecil….dia akan jawab, ya, minta apa lagi?..yah setidaknya bisa ngomong sedikit bahasa Indo kalau pegel tiap hari ngoceh pake Inggris atau Belanda. Apalagi kalau di kelas habis debat ama orang Jerman…ampun! Keduanya adalah take away service dan kalau membandingin Toko Bandung lumayan lebih murah cuman rasanya lebih enak di Gembira no offense yaa pak Toko Bandung J.

Dan terakhir adalah restoran china-indonesia. Resto masakan china dan Indonesia apa masakan Indonesia berasa china..ah yang penting resto ini resto yang menjual masakan Indonesia ada di deket stasiun namanya Wen Chow di jalan Spoorweglaan 5. Udah dari namanya aja oriental banget khan. Ornament di dalam nya juga oriental ada meja bundar yang kayak di rumah-rumah di cina…pokoknya oriental banget klo masuk kesana. Tapi jgn salah waitersnya bisa bahasa indo walaupun yaa cekak banget kosakatanya. Tapi menu yang di tawarkan kebanyakan menu asia dan juga Indonesia paling beberapa seperti sate yang udah jadi trademark makanan asli kita. Harga masih oke untuk pelajar. Dan yang terakhir adalah restoran Yong Kwee di jalan Boschstraat 58 ..alah nama cina lagi!. Tapi kita pelajar Indonesia punya nama khusus saking seringnya kita makan disini. Yah yongki begitulah kita menyebut…bukan bermaksut apa apa cuman lidah kita emang perlu belajar lagi. Menu yang ditawarkan juga mirip-mirip Wen Chow, rasanya orientalnya kental di bading indonesianya…dan yang paling penting harganya sesuai lah sama kantong kita mahasiswa Indonesia.

Itulah beberapa resto indo di Maastricht. Di sini perlu di ingat masakan Indonesianya tapi rasa udah disesuaikan lidah eropa. Jadi nggak nendang kayak di rumah sendiri. Sebagai latihan si lidah ini sebelum makan masakan eropa sebenernya. Masih ada beberapa lagi resto Indonesia di sekitar Maastricht kita akan bahas di lain kesempatan.

Salam nyamleng tenan!

Written by Vava

Photo captured in PasarMalamAsia 2012 , Maastricht @Warung Agung

6 thoughts on “Hunting Masakan Indonesia di Maastricht

  1. halo salam kenal, saya Nining dari Gent.
    hari minggu (31/3) ini saya dan teman mau ke Mastricht. adakah yang berbaik hati mengantar kami berkeliling terutama mencari makanan2 enak diatas 🙂

      1. astagaaaaaa… mentang2 bukan fb ya pak? jd dibukanya sekali seabad.. hehee.. cantik sekali maastricht nya. saya masih berniat kesana lagi kalo ada yang mau menerima saya dsana *gpp kok dibales lama juga sama adminnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *